Bekerja Sambil Bermain

Rumah Bakau Karingau

Ba’da Jum’at kemarin lagi pengen flash back dengan rumah kontrakan keluarga 26 tahun silam, Graha Indah Blok Z paling ujung

Masih terngiang jelas memori itu, motor Honda A100 yang kala itu setia menemani lalu lalang kami sekeluarga, karena over pessenger mesti duduk diatas tanki (untung gak impotent), Papa Mama Ade dan Diriku

Jangan lupakan perjalanan hidupmu karena itu merupakan awal keberhasilanmu

Masi banyak lagi seperti luka dipaha kiri karena kena bakau, muka codet akibat dicakar temen, tidur siang gak pernah bisa nyenyak karena atap seng tanpa plafond, panas soalnya hehe

Well done, bagian dari perjalanan ❤️ ❤️ ❤️ ❤️

REZEKI ANAK DAN ISTRI

Amam dan Qiu

Dulu sekali sewaktu masih menjadi junior pertama dikontraktor perusahaan besar, sering sekali mendapat pertanyaan kapan nikah ? Saya maklumi karena mereka tidak tau berapa umur saya sebenarnya karena di balut wajah yang cukup dewasa (muka tua)

Pertanyaan ini tidak hanya terdengar sekali bahkan mungkin ada lebih dari sepuluh kali, akhirnya saya mencoba merapat kepada rekan kerja senior yang doyan bikin anak, saat ini anaknya masih 5 dan mungkin masih berlanjut

Beliau menceritakan tentang kesusahan hidup sejak menjadi security, sampe modal buat nikah yang pas pasan, dengan semangat tekad yang bulat akhirnya diberikan kesempatan menikah dengan kesederhanaan. Ditengah perjalanan itu dia pun sempet ragu rezekinya cukup atau tidak dan akhirnya terjawab setelah punya anak, pindah kerja dengan penghasilan lebih dari cukup

Dia berpesan, jangan takut menikah dan jangan jadikan itu sebagai hal yang membebankan, karena setiap makhluk sudah mempunyai porsi masing masing rezeki, bukan bapak yang menanggung, seorang bapak hanya sebagai jalur

Rezeki datang bukan hanya untuk pribadi kita, tapi juga untuk orang orang disekitar kita

Pesan alim ulama

Pertama bilang masa iya, tapi sekarang perlahan-lahan saya akan bilang dengan lantang, IYA ITU BENAR!!!

MENIKMATI KESUSAHAN

Menyelami dalamnya lautan ilmu

Beberapa mingu belakangan ini cukup banyak pemahaman “dalam” yang Allah berikan melalu kalam kalam yang tak terbatas

Salah duanya adalah tentang sangka dan menikmati kesusahan, banyak dari manusia (mungkin termasuk saya) jika dilanda kesusahan sekecil biji sawi pun akan mengeluh sekeras konsernya Slank di ruangan terbuka, sangat nyaring

Padahal yang kita tidak ketahui adalah ketika perasaan susah itu menghampiri lalu bagaimana cara kita bisa menikmati dan bagaimana kita bisa menyatakan bahwa itu datang nya dari Allah

Allahu Ahad
Allahu Ahad
Allahu Ahad

Semoga kita semua mampu untuk memandang yang banyak dalam satu, dan memandang satu dalam banyak
.

My next moslem fighter “Abdul Khabib Jilani”

Spanjang perjalanan hidup saya sampai hari ini, masih banyak orang tua yang menginginkan anaknya kelak untuk bisa menjadi seperti yang orang tua mereka inginkan, misal jadi dokter, pilot, tentara dll dengan berbagai alasan pendapatan besar dan kesejahteraan didapat untuk kelangsungan hidup

Terkadang karena ayahmu ini suka menjadi kaum minoritas yang berfikir terbalik dalam segala hal, maka cukuplah menjadi apapun nanti asal kau paham dan bejumpa dengan Allah itu sudah menjadikan cita cita besar nak

kesejahteraan pada dunia dan akhirat sudah bisa kau nikmati dengan sebenar-benarnya nikmat